Archive for Oktober, 2011
Kurangnya penghargaan masyarakat terhadap surat.
Dengan semakin majunya teknologi informasi, semakin maju pula pola pikir manusia baik terhadap masalah pendidikan dan juga dalam segala lini kehidupan Salah satu yang paling mendasar yang sebetulnya sangat penting adalah “Surat”. Kenapa dengan surat, kenapa bukan email, sms, telepon, fax?
Surat merupakan wujud dari apa kata hati dan pikiran seseorang yang ditumpahkan diatas kertas, sehingga secara emosional surat itu menunjukan kepribadian seseorang . Generasi muda sekarang banyak yang tidak mengindahkan tentang surat, mereka lebih condong ke hal yang praktis, misalnya dengan telepon, sms, email. Tetapi perlu diingat bukti nyata dari ungkapan hati pemberi kabar itu tidak akan bisa tertanam di kalbu si penerima sms, email, telepon, karena bukti fisik tidak ada, bukti bahwa si pemberi kabar itu ga jelas, karena berupa elektronik yang sangat mudah di ganti atau dihapus. (lagi…)
Hidup segan matipun tak mau……inilah nasib blogger di daerah.
Beginilah nasib blogger di daerah, yang sangat jauh sekali perlakuannya antara blogger daerah dengan blogger ibukota. Sebenarnya banyak sekali blogger daerah yang punya potensi yang tidak kalah dengan blogger ibukota. Kendala yang dialami blogger daerah karena kurangnya wadah dan juga perhatian dari pemerintah setempat. Banyak blogger-blogger daerah mengupas tentang pendidikan, wisata, kuliner, otomotif dan lain sebagainya sehingga mengangkat daerahnya sendiri. Tapi imbal balik dari pemerintah terhadap blogger sama sekali tidak ada. Sehingga nasib blogger daerah seperti peribahasa “Hidup Segan Matipun tak mau”.
Kenapa sih Pemerintah kurang peduli dengan adanya blogger? Kenapa sih suatu perusahaan yang mengangkat produknya tidak merangkul para blogger ? makanya banyak blogger daerah yang hilang lenyap bak di telan bumi, karena tidak ada wadah dan dukungan dari pemerintah daerah. Saya menghimbau kepada seluruh blogger di Kebumen khususnya agar selalu semangat membuat artikel yang bermanfaat bagi semua orang. Ayo blogger Kebumen kapan kita bentuk wadah…?
Berburu “Tahu Krakal” salah satu makanan khas di Kab.Kebumen
Setelah sekian tahun saya mencari pabrik pembuat tahu krakal, akhirnya penulis berhasil menemukan juga. Dengan ukuran pabrik yang kecil, ternyata tahu krakal setelah dimakan rasanya sangat gurih dan nikmat, kalau di gigit rasanya menggigit telor dadar, tapi begitu kena lidah, rasa gurihnya begitu menggoda. Tahu krakal tidak ada campuran bahan pengawet, dan yang membuat gurih karena di rendam air garam setelah di goreng, harganya relatif murah Rp.10.000, dapat 60 biji. Sama tahu magelang masih enak tahu krakal, kalau tahu magelang akan cepat pahit rasanya. Penulis meneruskan perjalanan ke kecamatan KarangSambung, melalui desa Kalikudu, tidak lupa penulis sembari istirahat dan makan tahu krakal yang sangat lezat. Di Kebumen dari dulu hingga sekarang sentra pembuat tahu yang terkenal hanya ada 2 tempat, yaitu tahu kemitir di desa kemitir dan tahu krakal di desa krakal kecamatan Alian. Perjalanan diteruskan melewati TPA (Tempat Pembuangan Sampah) Kaligending, terus pulang lewat widoro, watubarut, karangsari, sampae deh kerumah. Tapi sekarang pembuat tahu krakal sudah sangat jarang. Padahal kalau ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah pasti akan lebih dikenal dan akan banyak pembuat tahu krakal, yang otomatis akan mendongkrak perekonomian warga. Ternyata di desa Kalikudu keadaan jalannya sudah rusak, dan penulis sempat berpapasan dengan beberapa truk pengangkut pasir dari sungai lukulo. Berikut beberapa fotonya:
PELUANG KERJA YANG MENJANJIKAN BUAT SMK YANG MEMBUKA JURUSAN TEKNIK KONSTRUKSI BANGUNAN
Penulis mengambil judul di atas bukan bermaksud untuk membuat kegusaran jurusan lain seperti otomotif, pemesinan dan lainnya. Penulis hanya melihat di lapangan kerja saat ini. Di Kebumen saat ini sudah ada SMK Teknologi Industri lebih dari 30 SMK baik negeri maupun swasta. Yang mana semua SMK pasti ada program keahlian Otomotif, Mesin, Elektro, maupun Komputer. Rata-rata jumlah kelas untuk program keahlian otomotif minimal 2 kelas, yang berisi 30-40 siswa, belum sekolah yang membuka kelas untuk 1 program keahlian lebih dari 10 kelas. Sudah berapa ratus saingan kerja untuk program keahlian selain Teknik Konstruksi bangunan?
Sedangkan di Kebumen SMK yang membuka Program Keahlian TKB sedikit sekali, bahkan yang masih eksis hanya 1 SMK negeri. Ini seharusnya peluang yang harus di cermati, mengingat semakin sedikit saingan kerja, semakin terbuka lebar peluang kerja lulusan TKB. Lebih bagus lagi kalau melihat potensi alam dan sarana yang ada, semisal Waduk Sempor dan Waduk Wadaslintang. Lulusan Bangunan Air di kebumen yang paling banyak pada tahun 1980-1990-an. sudah banyak yang terserap di Pemerintah dan swasta. Pada dasarnya Kebumen masih kekurangan tenaga kerja tingkat menengah untuk jurusan Bangunan Air. Tidak mungkin untuk tugas mengatur pintu air, mengambil dari lulusan S1.
Yang namanya membangun itu tidak ada kata berhenti, membangun konstruksi bangunan akan terus ada, selama manusia masih ada. Maka sebaiknya celah ini dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya bangunan air, bisa jalan raya, jalan kereta api, dan masih banyak lainnya yang erat kaitannya dengan Konstruksi Bangunan.
PRAKTEK PASANG BATU JURUSAN TKBB SMKN2 KEBUMEN
Sekarang siswa di Jurusan TKBB sudah bisa melaksanakan Praktek Pasang BAtu di lokasi yang baru dan lapang. walaupun sebenarnya menurut penulis masih sangat kurang (kurang luas maksude penulis). Berikut beberapa gambar suasan Praktek Pasang Batu yang di bimbing oleh; Bp. Drs. Riyanto, Bp. Aris Budiyanto, S.Pd, Bp. Zaenal Arifin, S.Pd















Komentar terakhir