KURANGNYA PEMANFAATAN DAN PENGAMANAN LIMBAH PRAKTEK SISWA DI SEKOLAH KEJURUAN
Januari 21, 2009
Di Kabupaten Kebumen kurang lebih ada 25 sekolah kejuruan teknologi industri dan bisnis manajemen baik negeri mapun swasta.
Untuk sekolah teknologi industri kebanyak sekolah membuka program keahlian teknik bangunan, teknik elektro, teknik mesin, teknik audio video, dan teknik otomotif. Dari sekian program keahlian yang dibuka, paling banyak peminatnya adalah program keahlian elektro, mesin dan otomotif.
Sedangkan untuk sekolah bisnis manajemen, bisa dikatakan limbahnya tidak begitu banyak dan membahayakan, tetapi untuk sekolah teknolgi industri banyak sekali limbah-limbah praktek siswa yang berbahaya bagi siswa, dan lingkungan sekolah.
Kebetulan penulis juga guru sekolah teknologi industri di kebumen, jadi sedikit banyak tahu tentang limbah praktek siswa.
Memang kendala yang dihadapai sekolah adalah minimnya sarana pengolahan limbah praktek siswa, dan alat untuk memanfaatkan limbah menjadi barang yang berguna untuk manusia. Kalaupun ada belum bisa dikatakan sempurna untuk mengolah limbah agar tidak membahayakn siswa dan lingkungan.
Sebetulnya untuk limbah praktek siswa bisa kita manfaatkan untuk di daur ulang menjadi barang yang berguna. Kebanyak limbah praktek hanya di jual per kilo.
Ini sangat ironis sekali dengan pesatnya pertumbuhan sekolah teknologi kejuruan dan bisnis manajemen di kebumen yang sangat pesat.
Sebaiknya pihak sekolah dan Pemda bisa bekerja sama bagaimana mengatasi hal ini, mengingat sekolah teknologi industri dan bisnis manajemen bisa membuat alat dan memanfaatkan limbah praktek menjadi barang atau benda yang bermanfaat.
Entry Filed under: Info SMK. .














Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed